Di Pagi Hari Pertama Kita Menangis

Hidup mungkin begitu cepat berubah. Seperti 24 jam yang kadang tak terasa bagi kita. Kadang kita bahagia kadang kita sedih. Begitupula kita. Aku dan kamu. Kemarin kita tertawa, hari ini kita menangis. Bersama.

Air mata bukanlah kepalsuan, jika ia tertitik dari sebuah muara berdasar hati. Kita punya hati. Tapi kita tidak saling memiliki. Aku membuat keputusan. Kau pun juga. Lalu kita sepakat. Menghentikan kenangan sampai di sini.

Apa yang paling menyiksa jika kau tidak dapat lupa tentang kenangan yang kaubuat sendiri untuk diingat? Karena itu kita sepakati cukuplah kenangan yang kita buat untuk diingat itu. Cukupilah otak kita untuk.menyimpan gambaran gambaran tentang kita. Aku dan kamu.

Iman, pengharapan dan kasih. Kau memberi dua di antaranya.  Kitab berkata yang terpenting adalah kasih. Tapi aku tidak. Aku perlu harapan. Kau sudah memberi iman dan kasih. Kau menyayangiku sepenuhnya dan mengimani bahwa kasih sayang itu akan selamanya. Kau berhasil membuktikannya. Selamat!

Tapi tidakkah kau lupa dimana harapan kau simpan? Sebab harapan yang mampu membuatku bertahan menunggumu. Ya, menunggu kamu. Tapi kau bilang ‘aku tidak punya harapan yang dapat kuberi’ . Jadi untuk apakah? Untuk apa kita bermain dengan waktu? Sedangkan ia teramat kejam dengan kita. Jika kau tak punya harapan, lebih baik kau hentikan waktu. Karena waktu akan membunuhmu. Pelan-pelan. Seperti pisau yang kumasukkan dalam nadiku. Sampai ia melelehkan merah yang menghanyutkan. Sampai merah itu melemahkan ingatan. Dan akhirnya kau mati. Kau lupa dengan apa yang sudah kau perjuangkan untuk selalu diingat.

Jadi. Beginilah akhirnya. Aku tak tahu sampai hari keberapa jari-jariku mampu mengetikkan kata-kata. Sampai hari atau bulan atau tahun keberapa lukaku akan sembuh. Jika tulisanku tidak lagi kautemukan, tentramkan hatimu. Bukan karena aku sudah melupakanmu. Melupakan kita. Tapi itu karena aku sudah berdamai dengan hatiku. Merelakan harapan yang memang tidak pernah ada. Membawa bersama iman dan kasihmu.

Selamat tinggal.

Di pagi hari pertama kita menangis,

AE~broken-heart-15036-L

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s